Kartu kredit memang menggoda. Bukan cuma menawarkan kemudahan dan
beragam bonus, tetapi juga gengsi yang cukup menyilaukan mata. Namun
demikian, kilau kartu kredit bisa menghalangi pandangan Anda terhadap
bunga yang cukup besar.
Selain itu, jika salah menggunakan kartu kredit, bukan tidak mungkin
Anda akan terperosok dalam jurang hutang yang besar dan terus-terusan
dikejar oleh debt collector. Untuk menghindari hal tersebut, berikut kami merangkum 10 kesalahan penggunaan kartu kredit yang sebaiknya dihindari:
1. Memperlakukan Kartu Kredit Layaknya Kartu Debit
Meski kartu kredit dapat digunakan untuk melakukan penarikan tunai di
mesin ATM, tapi jangan salah, penarikan uang tunai dengan kartu kredit
akan dikenakan biaya penarikan tunai dan juga bunga. Charge atau biaya
penarikan tunai kartu kredit dikenakan pada saat kita mengambil uang
tunai lewat mesin ATM yang cukup besar rata-rata adalah 4 persen atau
minimal Rp. 50,000 setiap kali melakukan penarikan. Perhatikan,
kata-kata setiap kali, jadi bila kita menarik 2 kali, maka biayanya akan
menjadi dua kali lipat.
Selain dikenakan charge, bunga dari penarikan tunai ini juga
lebih besar daripada suku bunga ritel kartu kredit, karena bank
menganggap kita menggunakan dana tunai dari bank dan mereka juga tidak
mendapatkan keuntungan dari toko (merchant). Di sini terlihat sangat
beda kan dengan kartu debit yang tidak memberlakukan bunga dan biaya
penarikan tersebut.
2. Beranggapan Bahwa Kartu Kredit Adalah Uang Tambahan
Kesalahan penggunaan kartu kredit selanjutnya adalah tak sedikit
orang yang beranggapan bahwa kartu kredit sebagai uang tambahan yang
bisa digunakan untuk alat pemenuh kebutuhan. Salah satu contoh yang
biasa terjadi adalah bergembira ketika permohonan kartu kredit disetujui
dan segera menggunakannya untuk belanja kebutuhan sehari-hari. Yang
patut kita ingat, kartu kredit hanya sebagai sarana atau alat bantu
pembayaran, bukan merupakan pendapatan tambahan. Jadi gunakan kartu
kredit dengan bijak.
Tidak salah memang, menggunakan kartu kredit untuk berbelanja
kebutuhan sehari-hari. Yang salah adalah jika kita tidak segera
melunasinya sebelum akhir bulan, sehingga menyebabkan beban belanja
konsumsi tersebut terkena bunga yang besar. Memang akan lebih baik jika
menggunakan uang tunai atau kartu debit untuk melakukan pembelian
sehari-hari.
3. Membeli Barang-barang Yang Tidak Perlu (karena diskon, dll)
Merchant-merchant atau pusat perbelanjaan sering memberikan
promo "diskon 50 persen" atau "Buy 1 get 1 free" jika transaksi
menggunakan kartu kredit, yang menyebabkan kepincut untuk membeli barang
tersebut. Padahal, jika ditelaah lebih lanjut barang-barang itu belum
tentu kita butuhkan atau bisa dibilang membeli hanya karena ada promo.
Pada akhirnya, kita harus mengeluarkan uang lebih untuk membeli
barang-barang yang belum tentu kegunaannya.
4. Memiliki Terlalu Banyak Kartu Kredit
Semakin banyak kartu kredit yang dimiliki akan semakin sulit pula
untuk mengontrol pengeluaran tiap-tiap kartu kredit dan semakin besar
pula kemungkinan pada kesalahan penggunaan kartu kedit yang
menjerumuskan Anda dalam jurang hutang. Biaya tahunan yang harus dibayar
jika memiliki beberapa kartu juga dapat bertambah.
Beberapa pakar keuangan menyarankan untuk memiliki paling banyak tiga
kartu kredit saja. Memiliki lebih dari satu kartu kredit sebenarnya
bukan merupakan masalah, tapi jika jumlah tagihan dalam kartu kredit
semakin membesar, itu merupakan salah satu tanda bahaya dan solusinya
bukanlah dengan menambah satu kartu kredit lagi.
5. Membayar Hutang Menggunakan Kartu Kredit
Kartu kredit dikategorikan sebagai "Unsecured Debt", maksudnya adalah
kredit tanpa agunan. Bunga yang tinggi mengiringi hutang dengan jenis
ini. Oleh karenanya, sangat tidak disarankan menggunakan kartu kredit
untuk membayar angsuran KPR, KMK, maupun kredit lain dengan tipe
"Secured Debt" atau biasa disebut hutang yang menggunakan jaminan. Jika
demikian, berarti kita menggunakan hutang yang bunganya lebih berat
untuk membayar hutang dengan bunga yang lebih ringan.
6. Hanya Membayar Cicilan Minimum
Kesalahan inilah yang menyebabkan banyak orang terjerumus dalam
jeratan hutang kartu kredit karena hanya mampu membayar jumlah cicilan
minimumnya saja (sebesar 10 persen sesuai ketentuan BI). Hal ini
menyebabkan sisa tagihan yang belum terbayar akan terkena bunga yang
sangat tinggi, mencapai 2.9 hingga 4 persen per bulan. Bayangkan jumlah
yang membengkak berlipat-lipat dari bulan ke bulan jika tidak segera
dilunasi.
7. Terlambat Membayar Tagihan Kartu Kredit
Masih berkaitan dengan poin keenam, terlambat membayar tagihan kartu
kredit menyebabkan penggunanya akan dibebani oleh denda. Ini yang akan
membuat tagihan kartu kredit Anda semakin membengkak. Walaupun terlambat
membayar masih lebih baik daripada tidak membayar, tapi tetap saja
tidak baik. Selain dikenakan denda, keterlambatan membayar akan muncul
pada laporan kredit dan merusak riwayat perbankan Anda sehingga
menyulitkan untuk mendapatkan pinjaman lagi di masa depan.
8. Tidak Memantau Laporan Bulanan Kartu Kredit
Sebenarnya kita bisa menghindari keterlambatan membayar seperti di
poin tujuh dengan memeriksa laporan bulanan yang dikirimkan oleh bank
dimana kartu kredit diterbitkan. Mengecek laporan bulanan akan membantu
Anda membayar tagihan dengan sesuai dan memastikan jumlah tagihannya
tepat.
Kita harus segera melaporkan jika jumlah tagihan kartu kredit tidak
sesuai. Biasanya kita diberi waktu sekitar 60 hari untuk menggugat
tagihan yang tidak sesuai, tapi akan lebih baik lagi jika kita melakukan
dispute sebelum membayar tagihan tersebut. Oleh karena itu, penting
untuk selalu memantau laporan bulanan kartu kredit.
9. Tidak Memperhatikan Limit Kartu Kredit
Memeriksa laporan bulanan juga dapat menjaga Anda terkena limit kartu
kredit. Akan sangat memalukan bila Anda telah berada di depan kasir dan
ternyata kartu kredit Anda ditolak. Lebih lagi jika sedang tidak
membawa uang tunai untuk membayarnya. Hehe, semua pasti tak ingin
mengalami kejadian ini.
Hindari meningkatkan limit kartu kredit jika tidak dalam keperluan
yang sangat penting dan kita memiliki nominal yang sesuai untuk
melunasinya. Karena semakin besar limit kartu kredit maka akan semakin
besar juga peluang untuk berhutang dengan jumlah yang besar.
10. Tidak Disiplin Dalam Mengontrol Kartu Kredit
Dari semua pembahasan tadi, pada dasarnya sangatlah penting untuk
mengontrol dengan disiplin dalam menghindari kesalahan penggunaan kartu
kredit. Tak hanya disiplin dalam penggunaan tapi juga tagihannya. Kita
perlu menentukan sendiri batas maksimum yang boleh digesek setiap
bulannya. Sebelum melakukan transaksi kartu kredit, pastikan memiliki
jumlah uang yang cukup untuk melunasinya.
Jika memungkinkan, catat jumlah pemakaian setiap kali melakukan
transaksi. Jangan pernah menunggu hingga hari terakhir untuk melunasi
kartu kredit, karena jika terjadi sesuatu yang mendadak atau kita lupa
maka tagihan menjadi tak terbayar dan semakin membengkak karena denda
dan bunga kartu kredit.
Sumber: Seputarforex.com






